Rabu, 29 Agustus 2007

Kelebihan Lampu Bego

Disebut lampu bego, karena lampu utama diletakan di dada motor dan saat stang dibelokan lampu nggak ikut belok…bego loe!



Sebenarnya anggapan itu tidak sepenuhnya salah. Tapi perlu diketahui pada saat motor sudah mulai berjalan (diatas 20 km/jam), maka yang dibelokan bukan stang melainkan badan motornya, jadi otomatis sorotan lampu (yang dianggap bego tadi) mengikuti arah badan motor tersebut. Sorotan lampu tidak mengikuti gerakan stang hanya saat berhenti. Sedang untuk kecepatan yang sangat pelan sorotan lampu hanya terlambat sepersekian detik saja. Menurut saya bukan masalah besar, karena kita belum terlalu berkonsentrasi pada kecepatan seperti ini.

Selain itu penempatan lampu didada motor ini justru menguntungkan. Ruang yang luas didada motor, memungkinkan penerapan bentuk lampu dengan reflektor yang besar pula. Yang berimbas pada panacran lampu yang lebih lebar dan terang, dibandingkan dengan lampu dikepala motor. Hampir semua motor yang mengaplikasi lampu bego ini, memiliki ukuran reflektor yang cukup besar. Sebut saja Mio Soul, Airblade, Nouvo Z, Skywave yang kebetulan semuanya matik dan pada bebek ZX130, Arashi.



Karena reflektor yang besar, maka ruang didalam reflektor akan menjadi luas pula. Yang terjadi adalah suhu didalam lampu tidak cepat panas saat lampu dinyalakan. Terlebih sekarang ada hibauan menyalakan lampu siang hari. Jadi bisa usia lampu bisa lebih panjang.

Malahan dibuat desain mata elang atau double-reflektor. Reflektor ini dijamin lebih adem, selain ruang reflektor yang lebih luas, daya lampu (watt) yang digunakan pun lebih kecil daripada yang mata bajak laut (single-reflektor).

Jadi…nggak perlu ragu menggunkan motor berlampu bego, yang penting kita tambah pinter he..he..

Fit-X, Inovasi Harga!

Peluncuran Honda Fit-X beberapa waktu lalu (24/7/2007), merupakan pembuktian dari pabrikan Honda di Indonesia. Imej jelek motor Honda yang menempel selama ini yang menyebut “Honda selalu lebih mahal” atau “AHM = aduuuuh Honda mahal!”, coba diperbaiki dengan menghadirkan Fit-X ini.



Fit-X tanpa embel-embel Supra merupakan generasi penerus Fit-S(teromol) dengan basis Supra Fit. Kalo dilihat Honda selain gonta-ganti baju, Honda juga senang sekali gonta ganti nama, padahal basis rangka dan mesinnya sama saja. Tapi untuk kali ini ganti nama nggak pakai slametan, jadi harganya bisa ditekan ha..ha... Coba…anda bandingkan dengan sodara terdekatnya Fit-S yang dihargai 10,3 juta, Fit-X hanya dihargai 10,5 juta. Heran saya, masa bedanya cuma 200 ribu doang sih? Kayak cakram motor Cina saja. Yang jelas ini merupakan strategi marketing AHM, untuk merebut kembali puncak penjualan bebek 100cc yang dipegang Vega-R.

Mungkin…tidak banyak yang ditawarkan oleh Fit-X. Tetapi dengan harga yang terpaut sekitar 800 ribu dengan kompetitor kuatnya (Vega-R cakram) siapa yang tidak tergiur. Berbeda dengan Vega-R dan Smash yang anak muda banget, Fit-X ini lebih ditujukan untuk semua anggota keluarga. Kesan simpel dan mudah digunakan sangat lekat pada Fit-X.

Ini merupakan salah satu jurus jitu yang diterapkan oleh AHM untuk merebut kembali dominasi kendaraan roda dua lokal. Dan dalam waktu dekat akan segera mengeluarkan jurus lainya, yaitu generasi penerus Supra X 125. Menurut teman saya, unitnya sudah ada didealer, tinggal menghitung hari. Ada mitos yang menyebutkan launcing pada bulan 9(September), pasti motor itu akan laku. Mitos sih boleh aja, asalkan harganya rasional!

Jumat, 24 Agustus 2007

Rem Matik, Seharusnya Lebih Pakem!


Ini kebalikan dengan kenyataan dilapangan (sehari-hari). Karena kalo dilihat motor matik lokal terutama skutik memiliki rem yang spesifikasinya dibawah motor bebek (dengan cc yang sama). Lihat saja…mentang-mentang motornya imut, pabrikan pasang cakram yang kecil pula dan malahan ada pabrikan yang percaya diri pasang kaliper 1 piston. Memang sih kaliper 1 piston tidak lebih jelek dibanding dengan yang 2 piston, tapi dengan penampang yang lebih kecil, kaliper 1 piston ini akan lebih lama melepas panas.

Rem pada motor matik sangat fital peranannya, karena semua sudah tahu bahwa matik itu tidak memiliki engine brake. Sebenarnya ada, tetapi tidak sebesar engine-brakenya motor bebek dan makin berkurang seiring bertambahnya kecepatan. Ini saya alami sendiri, saat menempuh perjalanan luar kota berboncengan dengan teman. Pada kecepatan cukup tinggi sekitar 100 km/jam motor terasa seperti ga mau berhenti-berhenti (ngeloyor). Padahal saat itu saya pakai Nouvo Z yang diameter cakram dan kalipernya sama dengan motor bebek. Oleh karena itu harus merubah feeling saya dalam ngerem, alias jaga jarak dengan kendaraan didepan saya.

Seharusnya pabrikan motor memperhatikan hal ini. Karena ini berkaitan dengan safety, bahkan nyawa. Untuk sekubek Nouvo Z dan Skywave sudah memakai rem yang sama dengan bebek. Tetapi untuk skutik masih belum. Langkal cerdas ditempuh oleh Honda, yaitu menerapkan combi-brake pada motor bertransmisi CVTnya. Tetapi langkah ini tidak diikuti oleh AHM, mungkin karena alasan memangkas biaya produksi. Tapi saya rasa itu tidak sebanding dengan resiko yang harus ditanggung.



Sebenarnya untuk mendapatkan pengereman yang maksimal, kita harus mengerem depan dan balakang secara bersamaan dengan presentse 60% rem depan dan 40% belakang. Jadi sering-seringlah pakai rem depan dan belakang secara besamaan, maka akan jadi kombi-brake alami he…he…

Minggu, 19 Agustus 2007

Honda Unicorn = Megapro Monoshock?


Bosan juga liat Megapro(Meggy), dari dulu cuma gonta-ganti baju doang. Seletah saya cari-cari dibeberapa forum disebut-sebut Honda akan mengeluarkan Tiger monoshock dan diforum lainnya disebut akan launcing DNA 150(diboks samping tulisannya CG 150). Entah yang bener yang mana? Dulu isu seperti ini juga pernah dialami Yamaha. Saat itu Yamaha dikabarkan akan prodiksi motor sport injeksi (banyak yang mengira Fazer 250), tetapi dilain pihak ada kabar motor sport mesin Jupiter MX 150cc. Dan yang dilauncing adalah Yamaha Vixion, yaitu motor sport injeksi, mesin 150cc mirip punya MX. Dari pada bingung mending cari jalan tengahnya, yaitu Honda Unicorn 150. Mesinnya mirip dengan DNA 150 tetapi sudah monoshock, beres kan….!

Unicorn ini adalah motor produksi Honda untuk pasar India. Seperti kebanyakan motor india, Unicorn juga mengunakan tudung lampu depan. Mungkin disana sudah bosan dengan lampu bulat yang konvensional. Seharusnya motor lokal mulai bergeser ke arah situ, paling tidak jangan bulat melulu. Bagian belakangnya lebih ramping dengan desain lampu belakang yang keren. Sedangkan desain dangki bahan bakarnya sangat mirip dengan Meggy.



Kaki-kakinya tidak begitu beda jauh dengan Meggy, tetapi untuk suspensi belakang sudah mengaplikasi monoshock.

Untuk mesinnya sudah menerapkan roller pada rocker-arm(honda menyebutnya roller-rocker), seperti yang diterapkan pada Honda Kharisma dan Supra X 125. Teknologi meminimalkan gesekan antara cam dan rocker-arm, jadi diharapkan dapat berputar dengan ringan yang ujung-ujungnya lebih berrtenaga. Dan bentuk kepala silindernya memudahkan dalam menyetel celah klep. Selain itu motor ini juga sudah menggunakan karburator vakum.



Jadi apakah mas-mas setuju motor ini bakalan menggantikan Meggy? Saya sih setuju, asal harganya lebih murah hahaha….mungkin nggak ya?

Sabtu, 18 Agustus 2007

Matik Injeksi, Siapa Yang Pertama?



Kelebihan yang ditawarkan sistem injeksi menyebabkan pabrikan lokal belomba-lomba mengaplikasikannya. Terhitung dua motor rakitan lokal sudah mengaplikasikannya, yaitu, Honda dengan Supra X 125 PGM-Fi dan Yamaha dengan Vixion. Kedua motor tersebut adalah berjenis bebek dan sport, sekarang siapa yang akan meluncurkan matik injeksi?

Sebenarnya semua pabrikan sangat berpeluang untuk melakukan hal ini, karena sebenarnya tidak begitu sulit bagi pabrikan menerapkan sistem injeksi pada motor matik, karena sebenarnya mesin motor matik tu samimawon dengan motor jenis lainnya, hanya beda di transmisi doang. Yang perlu dipikirkan adalah seberapa penting sistem injeksi pada mesin motor matik.

Kosumsi bensin yang kurang efisien dibandingkan bebek, menjadikan pe-er besar buat pabrikan motor lokal. Injeksi merupakan salah satu solusi dari masalah ini. Konon selain irit, tenaga yang dihasilkan pun tidak kalah dengan tipe karburator. Karena bebek memang sudah irit dari lahirnya (keculi bebek super) dan orang yang membeli motor sport, adalah kalangan dengan gaya hidup serta tidak begitu memusingkan konsumsi bensin. Menjadikan matik injeksi sebenarnya lebih layak didahulukan dari pada bebek atau sport injeksi.

Masalah harga mungkin yang begitu menghantui, karena imej injeksi yang terkesan mahal. Tapi sebenarnya tidak begitu mahal, mungkin sekitar 1-1,5 juta harus ditambahkan dari versi karburatornya. Harga segini masih kompetitif dengan kopetitornya. Contohnya jika Mio atau Spin dengan harga sekitar 11 jutaan ditambahkan sistem injeksi, maka harganya akan menjadi 12,5 jutaan. Nah lo…masih murah dari Vario kan.

Pro-Kontra Mio Soul


Kedatangan Mio Soul sebagai pelengkap varian matik Yamaha, mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat. Skuter matik untuk cowok sebenarnya belum benar-benar resmi diluncurkan, karena harganya saja masih menggambang. Ada yang menyebutkan sekitar 12,5 juta, harga ini sangat dekat dengan Nouvo Z saudara matiknya (lain jenis) yang bermain pada harga 12,9 juta. Sudahlah kelihatnnya juga sudah jelas, bahwa Mio Soul bakalan menggeser "saudara tirinya" tersebut. Kan Nouvo Z diperunutkan bagi cowok juga.

Beberapa orang mengagumi desainnya yang futuristis, dan sebagaian lainnya mencemoohnya karena terkesan hanya ganti baju. Dari segi tampilannya, Mio Soul mengalami kemajuan, sebut saja body yang keren, lampu besar, cover CVT baru, speedometer futuristis, key-shutter, cakram dan kaliper baru. Pokonya kalo bodynya jangan ditanya, keren abiz, bahkan desain grafis stippingnya lebih keren dari Mio ZR (versi Thailand).

Sedangkan dari segi performa masih perlu dikaji lagi. Terhitung terdapat beberapa “kemuduran” dari Mio Sporty yaitu performa yang menurun karena bobotnya bertambah. Padahal kan Mio untuk cowok seharusnya lebih kenceng dong! Shock belakang yang katanya keras kurang begitu nyaman dipakai untuk jalan sendiri, apalagi buat nikung, bakalan geal-geol tuh buntutnya si Mio Soul. Step-board (foot-step skuter) yang bagain belakang yang dihilangkan, membuat gaya menikung ala underbone ga bisa diterapkan di disini.

Mungkin semua hal diatas hanya persepsi dan kebiasaan orang saja. Semua tergantung selera masing-masing. Konon Mio ini memiliki konsumsi bensin yang lebih efisien dari Mio Sporty. Mungkin mas-mas yang sudah ngetes bisa bagi-bagi info he…he…

Kamis, 16 Agustus 2007

Beda Mesin Vixion dan Jupiter MX

Banyak menganggap mesin Yamaha Vixion adalah mesin Jupiter MX yang dibore-up menjadi 150cc, padahal kedua motor keluaran Yamaha itu cuma sama di kepala silendernya doang. Selain bentuk silinder yang sama, kelihatanya cam-nya mirip dan hanya beda durasinya.

Mulai ke area blok silinder Diasilnya, mulai terdapat perbedaan yaitu diameternya, karena Vixion memakai piston yang lebih lebar. Selain diameter piston yang lebih lebar, piston Vixion memiliki bentuk cekungan dikepala pistonnya. Ini berbeda dengan piston Jupiter MX yang cenderung rata. Dari sini bisa dilihat bahwa Vixion mempunyai kompresi yang lebih rendah dibandingkan dengan Jupiter MX.

Untuk bagian crankcasenya tidak ada samanya sama sekali. Hal ini disababkan karena perbedaan jumlah gigi perneling dan diterapkanya balancer pada Vixion. Urusan presneling Jupiter MX masih 4 percepatan dan pengoprasiannya seperti bebek biasa, kalo Vixion 5 percepatan dioperasikan layaknyak motor sport. Penerapan ini berpengaruh terhadap konsumsi bensin yang lebih irit dari Jupiter MX, karena rpm tidak dibiarkan menggantung terlalu tinggi.

Kekurangan kopling gosong pada Jupiter MX, coba diperbaiki pada Vixion yaitu dengan menambah volume mesin dan menerapkan 5 lembar plat kopling. 5 lembar plat kopling ini diyakini lebih tahan gesek karena dapat menyerap oli lebih banyak dan tarikan lebih spontan uhuuy….. Letak stut koplingnya pun disebelah kiri (seperi tradisi Yamaha), kalo Jupiter MX disebelah kanan.



Balancer keunggulan lain mesin Vixion, yang menyebabkan meminimalisir getaran mesin. Penerapan balancer ini membuat Vixion berani menggunakan hanya 3 engine-mounting (2 dicrankcase, 1 dihead). Jumlah ini lebih sedikit dari Jupiter MX yang memakai 4 engine-mounting (3 dicrankcase, 1 dihead) untuk memasangnya di rangka.

Jadi sekarang tau kan dedanya, tetapi sebenarnya tetap ada komponen yang bisa saling kanibal. Contohnya untuk untuk bore-up Jupiter MX menjadi 150cc tinggal beli silinder, piston dan ring piston.



Rabu, 15 Agustus 2007

Nouvo Z VS Skywave VS Airblade



Era baru motor matik sudah dimulai, setelah skuter matik vaitu Mio, Vario, Spin dan Free LX tahap kedua matik yaitu skubek (bebek bukan, skuter bukan he...he…). Meskipun honda belum tentu memproduksi skubeknya itu, tapi sudah bisa dibeli lewat imporit umum. Sedangkan Kymco kapan ya maen skubek?

Tak perlu dibahas pasti semua sudah ngeh, kalo Nouvo Z, Skywave dan Airblade memiliki mesin yang sama dengan versi skuternya yaitu Nouvo Z mengusung mesin 113cc-nya Mio, Skywave pakai 125cc-nya Spin dan Airblade menggendong mesinnya Vario 110cc yang sudah liquid cooling. Dari kapasitas cc-nya, terlihat sekali bahwa masing-masing pabrikan tidak mau cuma dianggap mencontek atau mengekor pabrikan lain. Yang akan saya bahas kali ini adalah membandingkan fitur-fitur ketiga skubek tersebut.

Ketiga skubek ini memasang dua lampu besar-besar didadanya dan batok stang buta. Lampu Skywave terlihat mirip dengan punya Nouvo Z, sedangkan lampu Airblade terlihat begitu gagah dengan bentuk menyiku.

Disektor kaki-kaki Nouvo Z dan Skywave memakai pelek ukuran 16 inchi dan Airblade hanya memakai pelek 14 inchi dengan desain pelek yang persis Vario. Selain mengandalkan dual shock dibelakang, dalam hal kesetabilan roda 16 inchi lebih bisa diandalkan, tetapi Airblade mengakalinya dengan tapak ban yang lebih lebar yaitu 80/90 didepan dan 90/90 dibelakang. Ukuran tapak ban ini satu step diatas punya Nouvo Z dan Skywave.



Nggak lengkap kalo skubek tidak ada bagasinya. Semua bagasi skubek tersebut cukup luas sehingga dapat dimuati helm full-face. Hanya saja terdapat perbedaan dalam meletakannya. Nouvo Z dapat menelan helm dalam posisi terbalik. Untuk Skywave harus menyimpan helm dalam posisi menyamping. Sedangkan Airblade bisa meletakanya seperti biasa yaitu posisi atasnya ya…diatas.

Berbeda dengan kedua rivalnya yang memposisikan tangki dibelakang, Airblade masih punya bagasi dibelakang karena tangkinya berada didepan, persisnya ditengah dibalik backbone. Ini terlihat bentuk backbonenya yang begitu tinggi dan terlihat futuristis. Tetapi hal ini justru menyulitkan bagi cewek pakai rok. Mungkin motor ini dibuat untuk cowok, tapi kalo cowoknya pakai rok juga….halah!!!.

Untuk urusan box filter udara pun, masing-masing sekubek tersebut juga tidak mau dibilang ikut-ikutan. Airblade memasang filter udara menghadap belakang, posisinya persis didepan roda belakang. Untuk Nouvo Z menempatkannya secara rapi dibawah backbone. Untuk Skywave terkesan kehabisan tempat sampai-sampai memasangnya diluat body motor, yaitu diatas cover CVT. Pemasangan seperti ini mirip yang diterapkan Kymco selama ini.

Dalam kelengkapan fitur lainnya Airblade boleh diberikan 2 jempol, sebut kombi-brake, switch distandart samping, rem parkir. tapi melihat dimensinya yang mirip dengan Vario (hanya beda tingginya) dan penggunaann pelek yang sama dengan Vario, mungkin saja tradisi ganti baju Honda juga diterapkan di Airblade.

Jumat, 10 Agustus 2007

JUPITER MX CW AUTO (NAMA YANG ANEH)


Aneh-aneh saja nama yang dikasih Yamaha untuk varian baru jupiter MX ini. Kasus ini disebabkan karena tidak sedikit konsumen yang menginginkan Jupiter MX dengan tampang sporty tapi tidak perlu ribet dengan kopling manual. Banyak konsumen yang menganggap suara mesin Jupiter MX standar lebih halus dari pada mesin Jupiter MX CW menjadi penyebab lain.

Selain itu usaha ini juga untuk menghadang New Shogun 125 RR yang sudah pakai pelek racing dan kopling otomatis juga. Ayo…pilih mana New Shogun 125 RR yang lebih murah, irit plus cakram belakang atau Jupiter MX CW Auto dengan monoshok dan spek mesin oke.

Konon harga Jupiter MX CW Auto mirip dengan harga Jupiter MX CW. Menjadikannya hal paling aneh bagi saya. Seharusnya dibawahnya Jupiter MX CW sedkit.

NEW SHOGUN 125, PERPADUAN DESAIN SHOGUN 110 DAN 125


Saya melihat desain dari New Shogun 125 merupakan perpaduan dari Shogun 110 Dan 125. Kenapa saya bilang begitu, mari kita lihat satu persatu detailnya.

Mulai dari lampu depan, lampu gede layaknya mata burung hantu ini diambil dari Shogun 125 yang dihilangkan lampu seinnya. Untuk bagian sayapnya lebih mirip Shogun 125 SP yang dibuat lebih kaku lekukannya dan menyatu dibawah mesin.

Untuk area belakang lebih mirip Shogun 110(tahun 2000). Dengan desain samping yang lebih mengkotak lebih mengingatkan saya pada Shogun 110 dibandingkan Shogun 125 yang cenderung gembung. Demikian juga lampu delakangnya yang berbentuk menyiku sangat mirip dengan Shogun 110, bedanya New Shogun 125 sudah menggunakan mika lampu bening dan lampu rem LED. Aplikasi lampu LED untuk lampu belakang menyebabkan perlunya lampu tambahan untuk menerangi plat nomor, karena sinar lampu LED tidak cukup untuk menjangkau samapi plat nomor.

Ada satu bagian dari New Shogun 125 yang sangat tidak maching(kalo tidak mau dibilang jelek banget) yaitu spatbor belakangnya. Coba anda lihat sendiri bentuknya panjang dan melebar serta lurus, pokoknya parah banget deh.

LORENZO DAN TOSLAND KE YAMAHA


Tahun 2008 Yamaha tidak mau kecolongan lagi, setelah sebelumnya tidak kebagian jatah pembalap muda ditimnya dan malahan pembalap-pembalap muda tersebut menjadi ancaman serius bagi tim Yamaha terutama Valentino Rossi.

Terbukti untuk tahun depan Yamaha langsung menggaet dua pembalap sekaligus dari aliran berbeda. Yang pertama adalah Jorge Lorenzo, tentu semua orang sudah kenal dia. Doi adalah pemimpin klasemen kelas 250cc. Tidak perlu diragukan lagi kemamapuan doi, saya yakin doi setara darah muda lian seperti Dani Pedrosa atau Casey Stoner. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah tahun depan Yamaha bisa kencang. Karena tahun ini yamaha tenaganya mlempem, bahkan tenaganya dibawah suzuki dan kawasaki.

Yang kedua adalah James Toseland. Doi juga pemimpin klasemen, terpaut 66 poin dari Noriyuki Haga(peringkat 2) di pentas World Superbike. Cukup mengagetkan, karena doi mau gabung di Yamaha Tech3 padahal diSuperbike dia menggeber Honda CBR1000RR. Mungkin karena tidak adanya kursi Honda MotoGP untuk tahun depan.

Kemungkinan Lorenzo akan diduetkan dengan Rossi ditim Fiat Yamaha. Sedangkan bagaimana nasib Colin Edward? Mungkinkah doi akan pensiun? Sepetinya tidak, ada kemungkinan Colin akan tetap dipertahankan di Yamaha gabung di Yamaha Tech3 dan menggunkan ban Michelin. Sudah menjadi rahasia umum Colin adalah pembalap yang paling ngerti kompon ban Michelin dan tidak mungkin Colin dilepas oleh Yamaha.

Dengan adanya dua pembalap baru dikubu Yamaha saya prediksi tahun depan akan lebih seru dari tahun ini yang kebanyakan dimenangkan oleh Stoner.

NEW SUPRA X 125, GANTI CASING LAGI

Supra X 125 sudah uzur, bentuknya yang terlalu gembung dirasa sudah ketinggalan jaman dan perlu diupgrade. Seperti langkah yang ditepuh Honda Revo yang cuma ganti casing hal serupa juga berlaku untuk pengganti supra X 125 ini. Lampu besarnya tetap bercokol distang tapi bentuknya lebih ditarik keatas. Lampu sein lebih meruncing dan lebih lebar. Untuk sayapnya terdapat guratan tegas dan lebih lebar. Knalpotnya berubah lebih sporti(seperti Revo), tetapi dapat menyebabkan betis terbakar alias tidak ada penahan panasnya.


foto: M+

Penambahan fiturnya adalah dijejalkanya cakram belakang yang disandingkan dengan pelek racing(CW). Strategi ini seperti yang diterapkan New Shogun 125 RR. Kita lihat mana yang lebih disukai konsumen. Saya tidak bisa membayangkan bangrol yang bakal dipasang untuk varian ini. Karena sebelumnya Supra X 125 R(CW) sudah seharga 15jt, kalo tambah cakram belakang jadi 16jt, wah….kemahal man!

Sebenarnya belum pasti nama untuk pengganti Supra X 125 ini, bisa sajakan Johanes Loman kasih nama baru untuk produknya. Tapi nama Supra X 125 sudah punya image tersendiri, sepertinya agak sulit menggantikannya.

DONI TATA PROFILE


Salut buat Doni Tata dan Yamaha. Saya begitu kaget melihat profile tim dan Doni Tata dipampang gede di halaman situs Yamaha Jepang. Ini adalah salah satu bentuk promosi untuk Doni Tata dikancah World GP.

Monggo…..yang ingin kasih semangat atau sekedar baca-baca mengenai bocah sleman itu beserta tim. Klik disini.

LAUNCHING MIO SOUL TANGGAL 11 AGUSTUS 2007


Siap-siap sambut adik mio. Tidak ada yang meragukan lagi adik mio itu akan diberi nama Mio Soul. Seperti artinya soul(jiwa) yamaha berusaha menggaet jiwa biker untuk mengekspresikan kebebasan setiap biker untuk berkreasi. Tentunya kreasi yang positif seperti parade band dan kontes modifikasi.

Tidak banyak perubahan disektor mesin, hanya cover CVT yang lebih rapi dari Mio sebelumnya. Tapi untuk bodinya berubah total, tidak ada yang sama. Ada kemajuan sedikit dari yamaha, yaitu sudah menggunakan kunci pengaman magnetik(key-shutter), karena sebelumnya Yamaha terkesan pelit untuk yang satu ini, padahal pabrikan lain sudah lama menerapkan kunci pengaman magnetik ini.

Dari milis sebelah mio baru ini akan dilauncing hari Sabtu, 11 Agustus 2007. Belum jelas apakah dengan peluncuran Mio baru ini, maka untuk Mio lama akan discontinyu. Mungkin dalam waktu dekat ini kedua Mio tersebut akan berjuang bersama melawan matik-matik lain, karena belum lama ini Mio(lama) merilis grafis baru

Sumber: kcdj

Sabtu, 04 Agustus 2007

WARNA BARU 2007

Ditahun ini terjadi persaingan yang amat sengit antar pabrikan motor. Tiap pabrikan mengeluarkan banyak varian dengan berbagai macam warna. Saya inget dulu waktu mau beli Honda Grand pokoknya dapat ga peduli warna grafisnya apa, tetapi sekarang mau beli motor pasti pilih warna sesuai selera. Malahan sampai bingung dan tanya balik ke penjualnya “mas yang paling bagus warna apa ya?”.

Untuk tahun ini saya melihat beberapa inovasi warna dari pabrikan motor. Mari kita bahas warna apa saja itu.


MERAH MARON
Warna ini cukup dominan diaplikasi oleh pabrikan motor lokal. Hampir semua pabrikan mengeluarkan warna merah maron. Merah ini sedikit lebih gelap dari merah biasanya dan warna ini bersifat metalik. Sebenarnya tahun lalu sudah mulai bermunculan varian dengan warna ini, tapi tahun ini hampir semua motor memakai baju dengan warna merah maron. Terhitung hanya bebek pahe dan vario yang masih pakai merah lama. Menurut saya warna baru ini lebih cenderung elegannya dari pada sporty.


PUTIH
Mungkin ini yang paling fenomenal. Karena yang suka bakalan suka banget, sedang yang ga suka bakalan benci banget bahkan menganggapnya kaya motor puskesmas sampai motor jenazah (emang ada?biasanya kan pakai mobil). Putih yang diaplikasi adalah putih metalik atau putih mutiara. Semua matik ada pilihan warna ini. Kalau saya perhatikan tahun ini suzuki paling getol mengluarkan produk dengan warna putih. Saya perdiksi tahun depan akan semakin banyak motor-motor bersliweran dengan bodi putih.



KUNING
Honda yang tahun ini banyak produknya dikelir kuning dan anehnya tidak diikuti oleh pabrikan lain. Warna ini mempunyai penyuka tersendiri. Tidak seperti warna lain yang masih bisa diterima, kuning akan terlihat sangat norak atau katrok bagi orang yang tidak suka. Kuning bersifat musiman, seperti yamaha dulu sempat mengeluarkan Jupiter Z warna kuning dan hanya bertahan dua tahun.


ABU-ABU METALIK
Beberapa saja yang mengaplikasi warna ini seperti Jupiter MX CW dan Satria FU. Kesan gelapnya membuat motor terlihat macho dan maskulin karena metaliknya, sehingga warna ini cocok untuk motor dengan kesan sporti. Mungkin tahun depan akan ada motor laki yang mengaplikasi warna ini.


HIJAU METALIK
Hijau……ya Kawasaki. Tetapi hijau daun kawasaki yang dulu akan segera tergantikan dengan hijau metalik ini yang terlihat lebih gelap. Sebenarnya honda Vario juga ada yang hijau, tetapi kelihatanya tidak akan bertahan tahun depan. Hal ini juga terjadi pada Shogun 110, Jupiter (tanpa Z) dan Nouvo (tanpa Z) semuanya hanya bertahan 1 tahun saja.

Sebenarnya masih banyak warna lain, tetapi warna-warna diatas yang akan menjadi tren setidaknya akan bertahan sampai beberapa tahun kedepan.

YZR-M1 DARI KERTAS


Ini benar-benar terjadi, tunggangan Valentino Rossi dibuat dari kertas. Tetapi ni motor tidak bisa buat balapan disirkuit, melainkan cuman buat pajangan. Bagi mas-mas yang doyan origami atau cuma iseng-iseng bisa untuk menghilangkan stress, eh….atau malah jadi tambah stress he…he…

Caranya download dulu file pdf, terus diprint ukuran A4, tapi kalo printernya muat kertas yang lebih gede, bisa saja diprint gede juga. Setelah itu tinggal dipotong sesuai dengan polanya dan dilem. Jangan lupa saat ngelem bayangin tuh motor tunggangan Valentino Rossi biar ga salah pasang (ngaruh ga sih?). Selamat mencoba mas, eh…sebenarnya saya sendiri belum coba sih.

download disini (sebaiknya gunakan save target as)
yzr-m1 putih
yzr-m1 kuning
petunjuk pembuatan

JUPITER MX CW KASAR?


Agak aneh memang, seharusnya Jupiter MX CW lebih baik dari MX non CW. Kan CW keluar setelah versi velg rujinya. Tapi kenyataannya suara mesinnya lebih kasar. Ini dialami oleh teman saya sendiri, dan saya pun sempat mencobanya. Suara ini bersumber dari sekitar blok silinder, saya juga bingung sumber suara dikepala silindernya atau diboringnya.

Pada saat stationer suaranya tidak begitu terdengar. Suara ini terdengar lebih kencang bila putaran tinggi. Paling terasa sih kalo sedang jalan menanjak terus dipaksa untuk berakselerasi, bunyinya krokrokokrook….kata temanku seperti suara celah piston dan blok yang sudah longgar. Tapi masa sih…waktu itu padahal masih baru, belum ada sebulan. Apa hal ini pengaruh dari penerapan diasil silinder dan forged piston. Saya tidak tau bedanya forged piston dengan piston biasa. Apa benar forged piston itu tidak mengalami pembubutan pada proses pembutannya, jadi setelah proses pengecoran dan dikeraskan, kemudian langsung dipasang. Sebenarnya kalo diteliti suara seperti ini juga terjadi di Jupiter MX (non CW), hanya saja suaranya tidak sekencang punya MX CW.

Menurut mekanik Yamaha, hal ini disebabkan penerapan kopilng manual pada Jupiter MX CW. Seharusnya kalo kopling manual yang menjadi sumber suara, suara kasar sudah terdengar sejak stationer. Malahan dibeberapa tabloid menunjuk kopling manual Jupiter MX CW tidak sempurna dalam mensirkulasikan oli, makanya banyak kejadian Jupiter MX CW kampas koplingnya terbakar (karena kurang oli).

Selain itu sistem dekompresi otomatis pada motor ini juga bisa sebagai penyebab sumber suara kasar.

Seperti saya yang sudah bolak-balik ke bengkel yamaha dan hasilnya nihil, ahirnya teman saya itu melego Jupiter MX CW karena kuatir dengan kondisi mesinnya kenapa-kenapa. Semoga saja untuk keluaran 2007 ini ga hanya ganti striping doang, melainkan juga pembenahan dimesinnya.

Kamis, 02 Agustus 2007

MATIK ITU BEDA MAN…!


Banyak yang menganggap nyemplak motor matik itu gampang, tapi kenyatannya ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam mengendarainya.

Ada yang bilang nyemplak motor matik tu harus diurut gasnya, maksudnya digeber secara bertahap atau selongsong gas harus diputer perlahan. Ya…pendapat ini bener sih, kan ini berkaitan dengan gerakan pully maju mundur (membesar-mengecil) untuk menambah kecepatan. Eh…bukanya motor tipe lain perlu perlakuan sama, kan demi mesin awet. Meskipun harus ngurut gas jangan salah akan performa matik. Dengan kapasitas mesin yang sama dengan bebek, kecepatan diatas 60 km/jam mudah diraih karena semakin tinggi rpm maka pully lebih cepat bergerak maju atau mundur.

Berbeda motor umumnya distang sebelah kiri nemplok tuas kopling (atau kosong), untuk matik ditanam rem belakang. Hal ini memiliki kekurangan dan kelebihan. Kelebihannya karena dioperasikan tangan rem belakang dapat dioperasikan secara halus dan terhindar dari roda ngeblok. Selain itu kondisi rem menggantung (menekan rem terus-menerus) yang menyebabkan rem dan switch rem belakang menjadi panas tidak akan terjadi. Untuk orang yang yang belum terbiasa, tuas rem belakang disebelah kiri menyebabkan kurangnya reflek pengereman dan yang paling parah akan terjadi kecelakaan.

Untuk sektor bawah tidak perlu mengoper gigi atau injak-injak rem, tinggal taruh kedua kaki di dek (step board). Taruhlah kaki dengan posisi senyaman mungkin, yaitu kaki ditekuk membentuk sudut 90o dengan keadaan yang rileks.

Sekali gas langsung jalan menyimpan bahaya yang besar. Anak kecil bisa saja memainkanya dan menyebabkan motor melaju. Saya sangat mewanti-wanti hal ini untuk pengguna matik. Langkah yang perlu dilakukan adalah selalu menekan rem depan atau belakang bila di traffik light. Yang kedua selalu matikan mesin motor jika berhenti.

Yang penting nyemplak matik itu biasakan dengan rem belakangnya dan ati-ati dengan sekali gas langsung jalan.